2,5 Triliun Untuk Bangun Daerah Perbatasan Di Papua


Susi-Wanggai3

Batasnegeri.com: Kepala Biro Perbatasan dan Kerja Luar Negeri, Suzana Wanggai, mengatakan terdapat 27 Kementerian Lembaga (KL) mengucurkan anggaran senilai Rp 21,95 triliun untuk keperluan pembangunan wilayah perbatasan di 13 provinsi dan 41 kabupaten dan kota yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Dari anggaran sebesar itu, Papua mendapat Rp 2,5 triliun untuk membiayai pembangunan wilayah perbatasan di enam kabupaten dan kota, dengan perincian, Merauke sekitar Rp 645 miliar, Boven Digoel Rp167 miliar, Pegunungan Bintang Rp298 miliar, Keerom Rp122 miliar, Supiori Rp75 miliar dan Kota Jayapura Rp107 miliar.

“Dengan dicanangkannya pembangunan perbatasan oleh Menkopolhukam, maka hal demikian menandai dilaksanakannya program pengelola batas wilayah dan pembangunan kawasan perbatasan secara terpadu di seluruh Indonesia,” kata Wanggai, saat kunjungan kerja ke wilayah perbatasan Sota, Kabupaten Merauke, Minggu (15/4/2018).

Ia menjelaskan, Kabupaten Merauke ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan karena Presiden Jokowi sangat peduli terhadap wilayah perbatasan di seluruh Indonesia, lebih khusus Papua.

“Saya lihat perhatian Presiden sangat tinggi sekali kepada Papua. Bahkan itu bukan hanya slogan, tetapi sudah diwujudkan dengan membangun PLBN di Skouw, Kota Jayapura,” ujarnya.

Pencanangan ini akan ada anggaran yang dikucurkan untuk membangun semua wilayah perbatasan di Indonesia, juga Papua yang berbatasan langsung dengan negara lain, seperti Papua Nugini dan Republik Palao.

“Saya harap seluruh anggaran ini nantinya bisa dipergunakan sebesar-besarnya untuk membangun wilayah perbatasan di masing-masing wilayah,” katanya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Thahjo Kumolo, menanyakan kesiapan masyarakat perbatasan Sota, Kabupaten Merauke terkait program pemerintah pusat  yang berencana membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di daerah itu.

Tjahjo mengatakan pembangunan PBLN Sota sesuai dengan Nawacita Presiden Jokowi, yakni membangun dari pinggiran, termasuk wilayah perbatasan yang berhadapan langsung dengan negara tetangga.

“Pembangunan ini harus didukung penuh oleh masyarakat,” kata Tjahjo Kumolo.

Sumber: tabloidjubi.com

Leave a Comment

*