BkkbN Kalbar Sosialisasikan Rencana Dan Pola Hidup Kepada Generasi Berencana Di Perbatasan


genre

Batasnegeri.com: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BkkbN) Kalimantan Barat tak henti-hentinya mensosialisasikan tidak menikah muda, tidak menggunakan obat-obat terlarang dan tidak melakukan seks bebas kepada generasi berencana (GenRe) di seluruh kawasan hingga pedalaman termasuk pelosok negeri.

Sosialisasi itupun termasuk memberikan pemahaman agar seluruh GenRe Kalbar dapat merencanakan kehidupan mulai dari pendidikan, bekerja hingga berkeluarga dengan waktu dan saat yang tepat.

Tak terkecuali, pendekatan pemahaman geng motor yang seluruh anggotanya adalah para remaja, di Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau.

Komunitas dengan ratusan anggota itupun tak luput dari sasaran BkkbN dalam merangkul dalam memberikan sosialisasi program yang terus dilakukan.

Beberapa rangkaianpun dilakukan demi menumbuhkan rasa tanggung jawab remaja terhadap diri sendiri akan masa depan di kawasan yang merupakan perbatasan dengan negara Malaysia tersebut.

Mulai dari pencanangan program KB Kesehatan Bhayangkara, BkkbN melibatkan komunitas geng motor untuk turut serta memeriahkan acara termasuk mengajak mereka berdiskusi dan melakukan serangkaian acara di Sekayam.

Tempat mereka berkumpul, warung kopi biasa tempat menghabiskan waktu bercengkrama sesama anggota geng motorpun disulap menjadi tempat diskusi terkait tiga hal yang terus digalakkan oleh BkkbN.

Saat melakukan dialog bersama, Deputi Bidang Pelatihan Penelitian dan Pengembangan BKKBN RI, Sanjoyo, salah satu anggota geng motor, Ayu mengaku akan menularkan seluruh program kepada seluruh teman dan keluarga di Kabupaten Sekayam.

“Pastinya kami akan komit untuk tidak menikah muda, tidak narkoba dan tidak seks bebas,” ungkapnya saat berdialog, Selasa (12/9/2018).

Menurut Deputi Bidang Pelatihan Penelitian dan Pengembangan BKKBN RI, Sanjoyo, sosialisasi melalui jalur komunitas terus digalakkan selain juga melalui pendidikan yang dinilai efektif menekan kenakalan remaja seperti seks bebas, narkoba dan perkelahian.

“Kami begitu konsen dengan remaja dan melalui komunitas geng motor ini, sosialisasi gencar dilakukan,” jelasnya.

Se-Indonesia saat ini, Sundjoyo menerangkan angka kelahiran usia muda begitu tinggi dan untuk menekannya agak sulit.

Untuk di Kalbar, diharap dengan adanya geng motor para anggota yang terdiri dari laki-laki maupun perempuan memahami pentingnya kesehatan reproduksi.

“Apabila para anggota memahami sejak dini, diyakini mereka akan menghindari pernikahan dini,” tuturnya.

Kepala.Perwakilan BkkbN Kalbar, Kusmana menambahkan melalui geng motor maka mereka akan memberkan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, bahaya narkoba, seks bebas dan pendewasaan usia perkawinan kepada keluarga dan teman dilingkungan mereka.

“Pemahaman para remaja melalui geng motor inipenting. Karena mereka merupakan remaja penerus generasi bangsa. Di tangan mereka nasib bangsa ini ke depan,” pungkasnya.

Sumber: pontianak.tribunnews.com

Leave a Comment

*