Ekonomi Indonesia tak Lesu


Jokowi-ekonomi Indonesia

Batasnegeri.com – Benarkah perekonomian Indonesia saat ini sedang lesu? Isu yang tengah digulirkan oleh para penyebar berita hoax ini tampaknya bertolak belakang dengan data grafik Bank Indonesia (BI) yang dipublish belum lama ini. Data BI ini menunjukkan adanya peningkatan ekonomi pada triwulan kedua tahun 2017 sebesar 5,1 persen.

 

 

Pertumbuhan Ekonomi Triwulanan (YoY) 2015-2017

“Prospek perbaikan perekonomian juga didorong arah kebijakan fiskal 2017 untuk tetap memberikan stimulus kepada perekonomian, khususnya kepada sektor yang memiliki dampak pengganda yang besar.” kata Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo beberapa waktu lalu.

Dijelaskan pula, bahwa menguatnya perekonomian Indonesia dipengaruhi berbagai faktor baik secara global maupun domestik. Ekspektasi perkembangan perekonomian yang lebih baik akan menimbulkan kepercayaan konsumen di Indonesia meningkat, laju inflasi yang terkendali akan berdampak pada harga pangan yang relative stabil, serta daya tarik terhadap investor asing akan terus bertambah.

Dengan kondisi seperti itu, banyak pihak berani memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan akan membaik. Apalagi ditopang oleh kinerja ekspor dan investasi yang terus membaik.

Bank Dunia bahkan memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini (2017) bisa mencapai 5,3 persen. Perwakilan Bank Dunia di Indonesia, Rodrigo Chaves menjelaskan, proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut dilihat Bank Dunia berdasarkan capaian pertumbuhan pada kuartal I 2017 yang sebesar 5,01 persen.

Presiden Joko Widodo mematok pertumbuhan ekonomi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 sebesar 5,4 persen. Inflasi pun dipatok lebih rendah menjadi 3,5 persen. Daya beli juga diproyeksikan bertahan di kisaran 5 persen dan didukung dengan peningkatan ekspor negara.

Target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% itu dinilai oleh Wakil Ketua DPR RI Bidang Ekonomi Taufik Kurniawan, amat realistis. 

Menurut Taufiq, mempertahankan laju pertumbuhan pada kisaran 5 persen sudah bagus. Namun, ia menyarankan agar selain infrastruktur, kebijakan yang bisa dirasakan masyarakat langsung, seperti akses kredit usaha rakyat, dana desa, hingga bantuan langsung, memang perlu ditingkatkan.

”Supaya pembangunan merata dan bisa diterima secara politik,” katanya.[*]

 

Leave a Comment

*