Flores Dan Pesona Pariwisata Nusa Tenggara Timur


sepeda

Batasnegeri.com: Hampir setiap tahun, sejak 2008, Harian Kompas menggelar perjalanan bersepeda jarak jauh yang diberi nama Jelajah Sepeda. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mengajak masyarakat untuk mengenal lebih dekat dengan nusantara.

Selama perjalanan bersepeda peserta dapat melihat dari dekat kehidupan masyarakat dan menyelami persoalan yang berkembang di masyarakat. Satu lagi yang paling penting, menikmati kekayaan alam, tradisi, dan kekayaan budaya nusantara.

Jelajah sepeda bukan kejuaraan balap sepeda, namun kegiatan wisata dengan menggunakan sepeda. Karena berwisata, peserta diajak menyinggahi berbagai tempat yang dianggap menarik, lalu berswafoto, dan lainnya. Melalui swafoto, peserta pun secara aktif ikut mempromosikan daerah yang telah dikunjungi dengan bersepeda.

Pada 2016, Harian Kompas menggelar Jelajah Sepeda dengan titik pemberangkatan Labuan Bajo dan berakhir di Atambua. Tahun lalu, Jelajah Sepeda mengusung tema Merajut Nusantara. Melalui Jelajah Sepeda 2016 pesepeda yang ikut serta untuk mengenal lebih jauh tentang Nusa Tenggara Timur.

Tahun ini, Jelajah Sepeda diselenggarakan di Flores, selama periode 12-17 Agustus 2017. Penjelajahan dimulai dari Maumere dan berakhir di Labuan Bajo dengan jarak tempuh sekitar 706 kilometer.

Melalui Jelajah Sepeda Flores (JSF) 2017, Harian Kompas ingin berpartisipasi dalama upaya mempromosikan pariwisata di Pulau Flores yang mana saat ini telah menjadi salah satu destinasi nasional dan internasional. Oleh karena itu konsepnya masih mengusung pesona pariwisata Nusa Tenggara Timur.

Peserta akan diajak kemping di punggung Gunung Kelimutu, lalu di Pulau Rutong yang dapat dicapai sekitar 20 menit dengan perahu motor dari Riung. Peserta kemudian akan menginap semalam di kampung adat Wae Rebo. Rencananya pada 17 Agustus 2017 pagi, peserta akan merayakan HUT ke-72 kemerdekaan RI di kampong adat Wae Rebo.

Tantangan yang harus dihadapi oleh peserta saat JSF 2017 adalah infrastruktur yang masih belum baik di Flores. Khususnya jalan menuju Riung dan Wae Rebo yang kondisinya memprihatinkan.

Peserta akan melihat langsung bagaimana kondisi infrastruktur di sana dan diharapkan melalui publikasi perjalanan peserta selama JSF 2017, pemerintah kembali diingatkan untuk lebih serius membangun infrastruktur yang dapat mendukung daya tarik pariwisata. Salah satunya dengan membangun jalan yang memudahkan wisatawan untuk berkunjung dengan waktu tempuh yang lebih pendek.

JSF 2017 terlaksana atas dukungan Bank Mandiri sebagai sponsor utama, serta dukungan PT ASDP Fery Indonesia, JNE, dan PT Pelindo III. Harian Kompas  bersama para sponsor sama-sama memiliki komitmen yang tinggi untuk memajukan pariwisata daerah, termasuk di Flores.

Sumber: kompas.com

Leave a Comment

*