Indonesia Hentikan Penenggelaman Kapal, Filipina Bakal Langsung Tembak Kapal Pencuri Ikan


Sejumlah warga menyaksikan proses penenggelaman kapal pelaku pencurian ikan KM SINO 26 dan KM SINO 35 di perairan Desa Morela, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Sabtu (1/4/2017). Proses penenggelaman dipimpin langsung Menteri Kelautan dan Perikanan selaku Komandan Satgas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115) Susi Pudjiastuti didampingi Wakil KSAL Laksdya TNI Achmad Taufiqoerrochman, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur dan Gubernur Maluku Said Assagaff. (Foto: ANTARA)

Sejumlah warga menyaksikan proses penenggelaman kapal pelaku pencurian ikan KM SINO 26 dan KM SINO 35 di perairan Desa Morela, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Sabtu (1/4/2017). Proses penenggelaman dipimpin langsung Menteri Kelautan dan Perikanan selaku Komandan Satgas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115) Susi Pudjiastuti didampingi Wakil KSAL Laksdya TNI Achmad Taufiqoerrochman, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur dan Gubernur Maluku Said Assagaff. (Foto: ANTARA)

Batasnegeri.com – Di awal 2018 ini Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti diminta untuk menghentikan kebijakan menenggelamkan kapal asing yang melakukan illegal fishing atau pencurian ikan di perairan Indonesia. Hal berbeda terjadi di negara tetangga kita, Filipina.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan, pihaknya akan langsung menembak kapal-kapal pencuri sumber daya kelautan di wilayah kedaulatannya. Kapal tersebut akan ditembak apabila diketahui melampaui batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) negaranya.

Menanggapi hal itu, Menteri Susi mengatakan, dirinya meyambut baik keputusan Duterte tersebut. Menurut Susi, Duterte sebagai Presiden bisa memutuskan untuk menyusun undang-undang yang mendukung pemerintahannya.

“Itu bagus, sadar pencurian itu ternyata tidak sekedar ikan. Pasti ada alasan lain, kejahatan kriminal lainnya dan itu tidak main-main,” kata Susi di kantornya di Jakarta, Senin (12/2/2018).

Susi menyatakan, kejahatan transnasional pastilah dilakukan oleh sindikat maupun organisasi besar. Selain itu, kejahatan perikanan seperti pencurian ikan pastilah dibarengi dengan kejahatan lainnya, seperti narkoba, pemalsuan dokumen, hingga human trafficking yang menyangkut anak buah kapal (ABK).

Transnational organized crime pasti sindikat. Dilakukan di beberapa negara oleh beberapa kebangsaan dan melakukan bisnis besar yang sangat terintegrasi,” ungkap Susi.

Mengutip South China Morning Post, pada akhir pekan lalu Duterte menyatakan bakal memerintahkan Angkatan Laut (AL) Filipina untuk menembak kapal-kapal yang mencuri sumber daya kelautan di ZEE Filipina.

Ia juga menyatakan bakal melanjutkan pembicaraan dengan China mengenai sengketa teritorial di Laut China Selatan. Rodrigo pun menegaskan hak kedaulatan atas Benham Rise.

“Jika Anda mengambil sesuatu dari ZEE kami, saya akan memerintahkan AL Filipina untuk menembak,” ujar Duterte.

Duterte merujuk kepada ZEE Filipina yang berjarak 200 nautikal mil. Kapal asing bisa melewati kawasan perairan tersebut, namun tidak bisa mengambil ikan maupun minyak dan gas dari kawasan itu.[*]

Leave a Comment

*