Menata R(uang) di Kawasan Perbatasan Mota’ain


motaain
Oleh: Erlin Letto *)

Batasnegeri.com: Kawasan perbatasan didefenisikan sebagai bagian dari wilayah dalam negara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga di sekitarnya. Perbatasan negara merupakan manifestasi utama kedaulatan wilayah suatu negara, dimana kawasan perbatasan suatu negara mempunyai peranan penting dalam penentuan batas wilayah kedaulatan, pemanfaatan sumber daya alam dan juga dalam rangka menjaga pertahanan keamanan dan keutuhan wilayah yang menjadi beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia berbatasan langsung dengan tiga negara di wilayah darat serta 10 negara di wilayah laut. Negara-negara yang berbatasan di wilayah darat dengan Indonesia adalah Malaysia, Papua New Guinea, serta Republik Demokratik Timor Leste. Sementara itu di wilayah laut Indonesia berbatasan langsung dengan Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Australia, India, PNG, Republik Palau, Timor Leste dan Vietnam.

Adanya sembilan agenda program prioritas pembangunan yang terangkum dalam ‘Nawacita’, dimana pada poin ketiga dimaksud, bahwasanya Pemerintah berkomitmen akan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan dan hal tersebut diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan keamanan kawasan perbatasan,serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.

Mota’ain sebagai salah satu kawasan perbatasan yang ada di Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, berdasarkan Peraturan Presiden RI No. 179 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara di Provinsi Nusa Tenggara Timur, ditetapkan sebagai pusat pelayanan pintu gerbang yaitu merupakan pusat kegiatan terdepan dalam peningkatan pelayanan pertahanan dan keamanan negara serta kegiatan lintas batas di Kawasan Perbatasan Negara dengan beberapa fungsi utama yaitu: sebagai pusat pelayanan kepabeanan, imigrasi, karantina dan keamanan. Pusat kegiatan pertahanan dan keamanan negara. Pusat pelayanan pendidikan dan kesehatan dan pusat pelayanan sistem angkutan umum penumpang.

Karena itu, sudah saatnya semua komponen terkait ‘bangkit’ bahu membahu dan tanggap membaca potensi dan peluang pada kawasan perbatasan dimaksud. Kawasan perbatasan khususnya pada Mota’ain dan sekitarnya memiliki potensi sumber daya alam sangat besar yang hingga saat ini belum dioptimalkan pemanfaatannya baik untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat Motaain dan sekitarnya. Dari letak geografis yang hampir sebagian besar berada pada sepanjang kawasan pesisir maka tidak salah jika sektor kelautan dan perikanan dapat dijadikan sebagai salah satu strategi utama untuk menjawab tantangan dan peluang yang ada pada kawasan perbatasan Motaain selain sektor peternakan, pertanian dll.

 Strategi Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kawasan Perbatasan Motaain

Siagian (1994) mendefenisikan pembangunan sebagai suatu usaha/rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan yang berencana dan dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa,negara dan pemerintah menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa. Sedangkan Ginanjar Kartasasmita (1994) memberikan pengertian yang lebih sederhana, adalah pembangunan sebagai suatu proses perubahan ke arah yang lebih baik melalui upaya yang dilakukan secara terencana.

Apabila pembangunan dimaknai seperti tersebut diatas maka keberhasilan proses pembangunan di suatu negara dapat dilihat dari kondisi perkembangan kesejahteraan masyarakatnya.Pengelolaan kawasan perbatasan dengan pendekatan kesejahteraan (prosperity approach) sangat diperlukan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pada kawasan perbatasan khususnya Mota’ain, dapat meningkatkan pendapatan daerah, dan juga sebagai pendekatan yang dapat digunakan untuk mengejar ketertinggalan pembangunan dari wilayah negara tetangga.

Upaya-upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan Mota’ain dapat dilakukan melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi, antara lain: membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru untuk merangsang pertumbuhan kota.

Salah satu komponen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi adalah pembangunan infrastruktur, baik berupa jaringan jalan, listrik, telekomunikasi maupun air bersih. Adanya pembangunan infrastruktur jalan ‘Sabuk Merah Perbatasan’ dengan luas ± 162,13 km yang saat ini sementara dalam proses pengerjaan membentang dari Kabupaten Belu dan Malaka melalui titik lintas sektor Timur yaitu dari ujung Motamasin sampai ke PLBN Mota’ain diharapkan dapat memberi manfaat kesejahteraan bagi masyarakat karena dapat terbebas dari keterpencilan suatu tempat dan memberikan kemudahan aksesibilitas bagi masyarakat khususnya untuk mobilitas arus barang dan jasa dari suatu tempat ke tempat lain bahkan sampai ke negara tetangga Timor Leste.

Perlu dikembangkan kawasan industri baik yang berskala lokal maupun internasional dengan memanfaatkan sumber daya alam lokal dan tenaga kerja masyarakat lokal yang ada tanpa mengabaikan aspek daya dukung lingkungan, pengembangan kawasan komersial perdagangan dan jasa, kawasan pariwisata bahari dan juga pengembangan kawasan permukiman disertai infrastruktur pendukung seperti jalan,drainase,listrik dan air bersih.

Pengembangan kawasan pelabuhan transit sebagai pendukung pergerakan arus barang dan jasa melalui laut. Dimana pada kawasan pelabuhan transit dimaksud harus terdapat sarana prasarana pendukung antara lain pelabuhan untuk mendukung kelancaran pendistribusian arus barang dan jasa, penambahan fasilitas maupun utilitas yang ada berupa telekomunikasi, listrik, air bersih, perkantoran, perhotelan dan juga aspek keamanan yang berbasis teknologi informasi.

Pada akhirnya, untuk menata ruang pada kawasan perbatasan, kawasan beranda depan dibutuhkan keterlibatan bersama seluruh komponen bangsa baik dari pemerintah pusat dan daerah, masyarakat, serta para pelaku usaha untuk secara bersama-sama bergandengan tangan menata beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia demi terwujudnya kesejahteraan bersama.

*) Penulis : ASN pada Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Belu

Sumber: timorexpress.fajar.co.id

Leave a Comment

*