Minim Akses Media, Warga Lebih Hafal Lagu Kebangsaan Negara Tetangga


Dewi Setyarini, Komisioner KPI.

Dewi Setyarini, Komisioner KIP.

Batasnegeri.com: Komisi Informasi Pusat (KIP) merasa prihatin terhadap minimnya akses media di daerah perbatasan Indonesia dengan negara Malaysia.

Dewi Setyarini, salah satu komisioner KIP mencontohkan di daerah Entikong, kabupaten Sanggau, Kalimatan Barat, masyarakatnya justru lebih banyak mendengarkan media radio dan menonton TV Malaysia, dibandingkan media dari Indonesia yang memang jangkauannya sulit masuk ke wilayah tersebut. Pancaran siaran media Malaysia jauh lebih jelas. Tidak mengherankan apabila warga lebih hafal lagu kebangsaan Malaysia ketimbang Indonesia. Raja di negara Malaysia juga lebih dikenal, daripada presiden Indonesia. Kondisi ini mestinya menjadi bahan pemikiran semua pihak, karena warga di lokasi perbatasan harus lebih diperhatikan.

“Di sana tidak ada media radio. Hanya siaran RRI yang dapat diterima, itu pun suaranya nggak sebagus media Malaysia. Meski secara administratif daerahnya ikut Indonesia, tapi dari sisi kedekatan sosial, budaya, maupun gaya hidup lebih dipengaruhi oleh Malaysia, ” jelas Dewi.

Wanita yang pernah menjadi jurnalis radio ini menambahkan para pemodal biasanya enggan mendirikan media penyiaran di daerah pelosok, seperti titik perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia. Alasan paling pokok adalah pertimbangan pasar. Jumlah warga yang masih sedikit memicu kekhawatiran, seberapa besar yang akan membeli produk, setelah diiklankan media.

“KIP belakangan ini giat menggandeng dengan lembaga yang peduli terhadap daerah perbatasan, kemudian media berjaringan, agar mereka tidak mengabaikan daerah perbatasan. Mereka juga warga negara Indonesia yang berhak mendapatkan pelayanan sama. Bagaimanapun caranya, siaran bisa diterima oleh warga perbatasan. Asalkan tidak menabrak aturan, ” jelasnya.

Selain bekerja sama dengan lembaga eksternal, Komisi Informasi Pusat (KIP) sekarang mempermudah pengajuan izin lembaga penyiaran di daerah perbatasan. Perlakuannya khusus, berbeda dengan daerah di Pulau Jawa. Hal itu sebagai salah satu cara mempercepat pengentasan daerah tertinggal.

Sumber : radior2b.com

Leave a Comment

*