Pengabdian Tentara di Perbatasan Negara


Sertu Warso saat mengajar di Sekolah Dasar Negeri 14 Tramigrasi Sebunga, Kecamatan Sajingan Besar, Sambas, Kalimantan Barat.

Sertu Warso saat mengajar di Sekolah Dasar Negeri 14 Tramigrasi Sebunga, Kecamatan Sajingan Besar, Sambas, Kalimantan Barat.

Batasnegeri.com: Menjadi seorang tentara tak harus selalu menggenggam senjata untuk melindungi negara. Seperti yang dilakukan Sersan Satu (Sertu) Warso yang bertugas di perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Warso mengabdi pada negara lewat melindungi generasi muda dari kebodohan. Dia dan sejumlah rekannya membekali anak-anak dengan pengetahuan sebagai ‘senjata’ di masa depan.

Sejak 2014, Warso mengajar di Sekolah Dasar Negeri 14 Tramigrasi Sebunga, Kecamatan Sajingan Besar. Hatinya direbut semangat siswa yang semangat belajar, namun tak memiliki guru nan cukupl.

“saya melihat sekolah ini di desa terpencil membuat hati saya tergugah untuk mengajar di SD ini,” ungkap Sersan Warso, Rabu, 11 April 2018.

Berbekal pelatihan guru yang dimilikinya saat bertugas di Bali pada 2009, dia pun mengajar di dua sekolah berbeda perbatasan. Anggota prajurit Koramil 14 Sejangkung ini bahkan mengakui fasilitas pendidikan di sekolah perbatasan amat minim. Terutama listrik yang belum masuk di dua sekolah tersebut.

“Kesulitan yang sering dihapadi yaitu faktor cuaca, selain prasarana yang minim. Terkadang cuaca buruk banyak siswa yang tidak sekolah. Padahal semangat mereka (siswa) sangat tinggi untuk belajar,” kata Warso.

Benni, salah satu murid Warso, sangat gembira saat bapak berseragam loreng mengajarmua. Siswa kelas dua SDN 14 Tramigrasi Sebunga bahkan menyebut TNI yang mengajar mereka amat ramah dan penyayang.

“Pak guru tentara itu sangat baik, saya suka,” ungkap Benni.

Ia pun bercita-cita ingin menjadi tentara dan berkeinginan menjumpai Presiden Indonesia. Dia ingin seperti anak-anak daerah lain yang bisa mendapat sepeda dan baju dari Presiden Joko Widodo.

“Saya ingin minta sepeda dan baju sama pak presiden,” ujarnya dengan jujur dan polos.

TNI masuk sekolah

Danrem 121/ABW Brigjen Bambang Ismawan menyebut tentara membantu mengajar di 20 sekolah perbatasan lewat program Pengabdian Tanpa Batas Tentara di Perbatasan (Petasan). Selain menjaga wilayah teritorial, TNI juga terus ikut berperan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Salah satunya pendidikan.

“Untuk awal saat ini kami ada 20 sekolah dasar yang meningkatkan pendidikan di daerah perbatasan yang bersama dibantu para pemerintah daerah, BUMN dan BUMD di Kalbar,” kata Bambang.

Dia mengklaim program ini baru pertama kali dilakukan oleh TNI di perbatasan. TNI berharap dapat membangun daerah perbatasan dibantu Kalbar dengan dibantu beragam pihak.

Saat ini, TNI masih fokus ke sektor pendidikan di perbatasan. Terutama minimnya sarana prasana sekolah.

“Bintara kita di perbatasan bisa mengajarkan ke siswa sekolah perbatasan dimana tenaga pengajar saat ini masih kurang,” tutup dia.

Sumber : metronews.com

Leave a Comment

*