Perlu Rakor Pengamanan Perlintasan Untuk Atasi Penyelundupan di Pulau Perbatasan


Pulau Tinakreng yang terletak di perbatasan Indonesia dengan Filipina menjadi tempat rawan penyelundupan.

Pulau Tinakreng yang terletak di perbatasan Indonesia dengan Filipina menjadi tempat rawan penyelundupan.

Batasnegeri.com: Masih banyak pula-pulau di daerah perbatasan dengan negara lain, yang rawan sebagai tempat penyelundupan. Contohnya pulau Tinakareng yang disinyalir juga sebagai tempat penyelundupan.

“Kita perlu segera melakukan Rakor Pengamanan Perlintasan di perbatasan laut dan darat Indonesia. Hal ini bisa dikoordinir oleh Kemenkopolhukam yang membawahi Kementerian dan Lembaga yang bertugas di bidang pertahanan dan keamanan, juga berkolaborasi dengan Kemenko Maritim untuk urusan kelautan dan Kemenko Ekonomi untuk urusan Bea Cukai, dan beberapa kementerian serta lembaga di bawahnya yang juga memiliki tugas di perbatasan,” ungkap Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie, Senin (26/3/2018).

Menurutnya lagi, Indonesia memiliki Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan di bawah Kemendagri juga ada Badan Keamanan Laut di bawah Kemenkopolhukam.

“Bagaimana bisa menyatukan Tugas dan Fungsi kedua Badan ini dalam pelaksanaan tugasnya di perbatasan, agar terjadi sinergitas yang komprehensif dalam mengelola dan mengamankan perbatasan,” tambahnya.

Ya, bisa saja terjadi seperti itu, tekannya, “Kalau pengamanan perbatasan dari perlintasan orang dan barang bisa dilakukan penguatan, mungkin kita bisa melakukan upaya pencegahan masuknya narkoba dan barang selundupan lainnya juga mencegah keluarnya PMI / TKI yang ilegal atau yang non prosedural melalui perbatasan yang belum dijaga petugas Imigrasi, bea cukai dan karantina.”

Menurut penjelasan Kadivim Kanwil Kemenkumham Sulut bahwa pulau Tinakareng itu bukan hanya jalur penyelundupan Datang, tetapi juga jalur penyelundupan Berangkat yang meliputi antara lain mereka yang akan pulang setelah bekerja illegal fishing di wilayah Sulut, Maluku dan Maluku Utara dan juga jalur penyelundupan keberangkatan sabun (mandi cuci) dan rokok Gudang Garam serta Jarum Kudus.

Pulau Tinakareng dapat ditempuh selama 45menit naik perahu dari Pelabuhan Peta di bagian Selatan Tahuna adalah pulau tempat barang dan orang selundupan baik datang dari atau menuju Filipina.

“Yang datang adalah orang-orang yang berprofesi sebagai penangkap ikan yang tangguh yang akan mengadu nasib di Tahuna, Bitung, Tobelo, Morotai dan Ternate di Maluku Utara dan juga Ambon.”

Sedangkan yang dibawa mereka adalah ayam, coca cola, sirup dan wine Carlo Rosse serta alas sepatu.

“Di wilayah ini tidak terdapat Bea Cukai dan petugas karantina serta hanya personil TNI AD, AL dan Polri yang bertugas di Pos penjagaan,” ungkapnya lebih lanjut.


Sumber : tribunnews.com

Leave a Comment

*