Presiden Jokowi Targetkan 2019 Jalan Perbatasan RI Mulus


Jokowi-Aruk2

Batasnegeri.com – Presiden Joko Widodo memiliki ambisi soal pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan Indonesia. Sejak 2015, berulang kali Presiden RI ketujuh ini menegaskan infrastruktur perbatasan RI dengan negara tetangga harus dibangun untuk menjaga kedaulatan bangsa.

Dia meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama Zeni TNI menuntaskan proyek pembangunan infrastruktur pada 2019 atau tepat periode pemerintahannya berakhir. Jokowi pun getol blusukan ke daerah perbatasan untuk meninjau langsung realisasi pembangunan.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan jika program pembangunan infrastruktur jalan perbatasan adalah program prioritas dari Presiden Jokowi. Ia optimistis seluruh infrastruktur perbatasan bisa rampung pada 2019.
“Siap untuk menyelesaikannya akhir tahun 2018 atau selambatnya awal 2019, karena ini adalah tugas dari Presiden Jokowi,” kata Basuki.
Pada tahun ini, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR akan membangun sekitar 3187,6 km jalan di wilayah perbatasan Indonesia. Meskipun tidak seluruhnya jalan di perbatasan dilapisi aspal dan hanya pengerasan tanah, tapi kementerian memastikan jalan bisa dilalui kendaraan dengan nyaman.
“Karena tidak semua harus diaspal. Ada ruas jalan yang masih labil dan butuh proses pengerasan, maka kami pakai urukan pilihan. Kecepatan 60-80 km/jam masih bisa,” kata Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto.
Arie mengatakan jalan di perbatasan yang dibangun juga akan mendukung akses ke wilayah Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang sudah dibangun, diantaranya Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, kemudian di perbatasan Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia, dan Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini.
Di Provinsi Kalimantan Barat, Ruas Balai Karangan-Entikong-Bts. Serawak dari total panjang jalan 850 km, pada tahun 2017 Bina Marga menargetkan akan menyelesaikan 83,7 km jalan baru. Sehingga total jalan yang akan tembus pada akhir 2017 menjadi 752,9 km dan jalan yang belum tembus sepanjang 133,4 km.
Jalan perbatasan Kalimantan Barat (Foto:Dok. Bina Marga PUPR)

Jalan perbatasan Kalimantan Barat (Foto:Dok. Bina Marga PUPR)

Selanjutnya di Provinsi Kalimantan Timur, dari total 223 km akan dibangun jalan baru sepanjang 40 km pada tahun ini dengan akumulasi hingga akhir tahun jalan yang akan tembus adalah 167 km dan jalan yang belum tembus 56 km.
Di Provinsi Kalimantan Utara, ruas Mensalong-Tou Lumbis dan Ruas Malinau-Mensalong, dari total 827 km jalan perbatasan, tahun ini akan dibangun 74 km jalan baru, sehingga hingga akhir tahun 2017 menjadi 714 km dan yang belum tembus adalah 112 km.
Sehingga total jalan perbatasan di Kalimantan yang akan dibangun pada tahun ini mencapai 197,7 km. Dengan demikian, jalan yang sudah terbangun atau tembus menjadi 1.633,9 km dari total jalan paralel perbatasan di Kalimantan sepanjang 1.900 km.
Sementara di Provinsi NTT pembangunan jalan meliputi 4 ruas, anatara lain ruas Motaain-Haekesak-Sp-Turiskain sepanjang 21,6 km, kemudian ruas Sp.Turiskain-Nualain sepanjang 19,9 km, Ruas Nualain-Dafala sepanjang 49,5 km dan Ruas Dafala-Motamasin sepanjang 28 km. Sehingga total panjang jalan perbatasan di NTT sepanjang 176,19 km.
Jalan perbatasan Papua. (Foto:Bina Marga PUPR)

Jalan perbatasan Papua. (Foto:Bina Marga PUPR)

Sedangkan jalan di perbatasan Papua-Papua Nugini memiliki total panjang 1.111,15 km. Hingga akhir 2016, jalan yang sudah tersambung mencapai 844,59 km dan rencana jalan tersambung pada tahun ini menjadi 901,1 km.
Adapun ruas jalan di perbatasan Papua yang belum tersambung adalah ruas Yetti-Ubrub-Oksibil sepanjang 225,6 km, dan ruas Oksibil-Tanah Merah-Muting-Merauke dengan total jalan sepanjang 41,3 km.[*]

Leave a Comment

*