Solusi Permasalahan Ekonomi di Nunukan


Ketua KADIN Nunukan Irsan Humokor saat membahas solusi atasi ketergantungan warga perbatasan terhadap produk Malaysia.

Ketua KADIN Nunukan Irsan Humokor saat membahas solusi atasi ketergantungan warga perbatasan terhadap produk Malaysia.

Batasnegeri.com: Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Nunukan menyatakan keprihatinanya terhadap pola ketergantungan konsumsi sebagian warga perbatasan, terhadap produk-produk dari Malaysia. Menurut KADIN Nunukan, walaupun masuknya produk-produk Malaysia sudah lama terjadi, namun bukan berarti ketergantungan terhadap produk dari negeri Jiran tersebut tidak bisa dipangkas.

Hal tersebut diutarakan Ketua KADIN Nunukan, Irsan Humokor di Kantor KADIN Nunukan, Jl. Angkasa, Nunukan, Senin (8/1/2018). Menurutnya, dengan adanya Tol Laut seharusnya dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan ekonomi di Perbatasan.

“Walau belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat perbatasan namun Tol Laut akan menjadi salah satu solusi terdepan apabila barang-barang dari jawa diperbanyak namun setiap jenis dalam skala kecil,” ungkap pria yang akrab dipanggil Icang tersebut.

Karena apabila barang-barang via Tol Laut dalam skala besar, lanjut Icang, itu akan mengurangi jenis barang yang dibutuhkan dan kadang para agen justru lebih memilih untuk menyewa Kapal Los Cargo karena lebih murah sewanya namun dengan konsekwensi barang hanya hanya satu jenis yang tentu saja tak akan mampu memenuhi kebutuhan konsumen perbatasan yang beragam.

Selain itu, peran serta Pemerintah terutama Dinas Perdagangan, menurut Icang juga sangat dibutuhkan terutama untuk menekan harga barang agar tidak dipermainkan oleh pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan semata.

“Operasi Pasar terkait harga barang juga perlu. Karena kecenderungan masyarakat yang lebih memilih produk-produk dari Malaysia, karena mereka mendapatkan dengan harga yang lebih murah. Kalau barang-barang dalam negeri kita dapat mengimbangi, maka saya yakin tidak akan ada lagi masyarakat yang memakai dan mengkonsumsi produk dari Malaysia,” paparnya.

Icang berharap, keterlibatan semua pihak terutama Pemerintah dalam meminimalisir harga barang dalan negeri, disamping akan memangkas ketergantungan warga perbatasan terhadap produk Malaysia, juga akan menumbuhkan kecintaan kepada produk negeri sendiri.

Sementara itu Wakil Ketua Bidang Peningkatan SDM dan Pelatihan KADIN Kalimantan Utara, Aidil Hendrik dalam kesempatan terpisah mengatakan, perbaikan dan pembangunan sarana insfratruktur ke perkebunan petani juga merupakan solusi untuk menghidupkan perekonomian di perbatasan.

“Kaltara khususnya Nunukan ini sumber daya melimpah. Tapi kendala saat ini adalah minimnya sarana insfratruktur sehingga kadang hasil panen membusuk,” papar Hendrik.

Hendrik berharap, Pemerintah memperhatikan hal ini. Karena sebagian besar warga perbatasan berprofesi sebagai petani. Apabila petani sejahtera, pasti akan memicu laju pertumbuhan produk-produk dari tanah air.

“Nawacita Jokowi adalah ide yang luar biasa. Salah satu poin membangun dari pingiran adalah dengan membangun insfratruktur untuk para petani di Perbatasan. Jika itu terealiasasi, pasti akan tercipta kemandirian dalam ekonomi yang dengan hal tersebut ketergantungan terhadap produk dari Malaysia pasti akan berhenti,” pungkasnya.

Sumber : indeksberita.com

Leave a Comment

*