Strategi Pemuda Klasis TTU Merajut Kerukunan Umat Beragama di Perbatasan RI dan RDTL


turnamen futsal

Suasana pembukaan turnamen futsal lintas agama di Kabupaten TTU, Rabu (4/4/42018).

Batasngeri.com: Konflik antarumat beragama bukan hanya dapat melunturkan semangat kesatuan dan persatuan bangsa, namun dapat juga merusak hubungan antarnegara. Wilayah perbatasan negara sangat rentan akan hal ini. Ini strategi Pemuda Klasis TTU untuk merajut kerukunan umat beragama di wilayah perbatasan RI dan RDTL.

Pengurus pemuda (PP) GMIT Klasis Timor Tengah Utara (TTU) merajut kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Timor Tengah Utara, Perbatasan RI dan distrik Oeccuse-RDTL, dengan mengadakan kegiatan open turnamen Futsal lintas agama di Lapangan Futsal Gereja Petra Kefamenanu, Rabu (4/4/2018).

Kegiatan ini bertujuan untuk memumpuk tali persaudaraan antar pemuda lintas agama, sekaligus menggali potensi atlit Futsal kaum muda agar mampu bersaing hingga ke luar kabupaten. Kegiatan pembukaan yang dilaksanakan mulai pukul 15.00 wita itu, dilaksanakan di Gedung Gereja Petra Kefamenanu.

Dalam acara pembukaan itu dihadiri oleh Asisten tata praja Setda TTU, Willbrodus Apaut, Ketua forum komunikasi kerukunan antar umat beragama kabupaten Timor Tengah Uatara, Romo Deken Dekenat Kefamenanu, Romo Gerardus Sallu Pr, Ketua Majelis Klasis Timor Tengah Utara, Pdt, Paulus Nubatonis, S.Th, Ketua Pemuda GMIT Klasis TTU, Nahum Pinat dan Perwakilan Polres TTU.

Bupati Timor Tengah Utara, Raymundus Sau Fernandes S.Pt, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Tata Praja Setda TTU Wilibrodus Apaut mengatakan, kegiatan tersebut sangat positif lantaran melibatkan pemuda dari berbagai latar belakang agama.

Pasalnya, sangat penting demi merajut kebersamaan untuk memperkokoh rasa persaudaraan, guna menangkal isu-isu intoleransi yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk merusak tatanan kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Timor Tengah Utara dan keutuhan NKRI di perbatasan RI-RDTL.

“Setiap klub yang terlibat dalam turnamen tersebut tentu mengharapkan adanya kemenangan. Namun, yang perlu diresapi bersama adalah rasa persaudaraan. Karena melalui turnamen Futsal kita dapat lebih saling mengenal satu sama lain untuk menjadi teman dan sahabat di kemudian hari,” ungkapnya‎.

Sementara itu,‎ Ketua panitia pelaksana, Dominggus Bantaika mengatakan, kegiatan tersebut dilsaksanakan untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama pemuda lintas agama. Bantaika mengatakan, turnamen tersebut melibatkan 40 tim futsal.

“Ini merupakan sejarah baru. Karena selama pertandingan Futsal di TTU tidak pernah sampai 40 tim. Sebenarnya ada 48 tim yang berlaga tetapi kami mengambil sikap tidak menambahkan hingga melebihi 48 tim,” ujar pria yang juga menjadi pelatih Futsal Tirosa asal TTU ini.

“Turnamen lintas agama ini kami buat untuk menggali potensi anak-anak muda yang mempunyai bakat dalam dunia olahraga khususnya futsal. Kami sangat mengharapkan kiranya ada kompetisi lain di luar kabupaten, dari Kabupaten TTU bisa terlibat dan bersaing namun bisa bersaing,”ujarnya.

Sumber : kupang.tribunnews.com


 

 

 

 

 

 

 

Leave a Comment

*