Sudah Dilengkapi Listrik dan Jaringan Telepon Seluler, Surga di Pulau Liran Semakin Indah


Pulau-liran1Batasnegeri.com –  Pulau Liran merupakan salah satu pulau terdepanIndonesia yang berbatasan dengan negara Timor Leste. Pulau ini secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku.

Keindahan Pulau Liran sudah lama dikenal orang. Namun untuk untuk mencapai pulau ini, tergolong tidak mudah. Pengunjung harus melewati Laut Banda yang bergelombang tinggi dan memakan waktu cukup lama. Jika ingin menempuh dari perairan Indonesia, maka bisa dicapai dari Pulau Moa di Ambon dalam waktu 8 jam. Namun jika ingin lebih cepat, bisa menempuhnya dari pelabuhan di Dili, Ibu Kota Timor Leste.

Kendati demikian, Pulau di sisi Tenggara Indonesia ini kini ramai didatangi oleh orang-orang penting setelah Menteri BUMN Rini Soemarno beserta para direksi BUMN mengunjungi pulau ini.

Maluku, South East Maluku, Pulau Liran. The south west tip of Liran. Looking north east with Wetar in the background. There is only a small village and a lighthouse here (from helicopter).

Maluku, South East Maluku, Pulau Liran. The south west tip of Liran. Looking north east with Wetar in the background. There is only a small village and a lighthouse here (from helicopter).

Sampai di Pulau Liran, perasaan yang pertama kali dirasakan adalah panas dan gersang. Sepanjang perjalanan di pulau ini disuguhi oleh bukit-bukit tandus dengan warna rumput yang menguning dan pohon yang kering. Namun semua akan ‘terbayar’ seketika oleh pemandangan pantainya yang cantik.

Sudah tersentuh pembangunan

Kini penduduk Pulau Liran yang berjumlah sekitar 1.118 jiwa atau sekitar 235 KK ini sudah menikmati aliran listrik dan sarana telekomunikasi dan broadband. Ia menjadi pulau terdepan pertama yang mendapat layanan Telkomsel dengan beroperasinya Base Tranceiver Station (BTS) pada 8 Agustus 2017 lalu.

pulau liran

Dengan mengisi pulsa Rp 20.000 warga Pulau Liran yang berprofesi sebagai nelayan, peternak kambing, babi, dan penghasil madu ini sudah bisa untuk telpon selama seminggu.

“Kami senang setelah 72 tahun Indonesia Merdeka, baru kali ini masyarakat pulau Liran bisa menikmati layanan telekomunikasi dari operator asal Indonesia,”  terang Camat Wetar Barat, Emmanuel sebagaimana dilansir Antara pada akhir September 2017 lalu.

Secara simbolis, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, melakukan penyalaan listrik di salah satu rumah di Pulau Liran, Maluku Barat Daya.

Secara simbolis, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, melakukan penyalaan listrik di salah satu rumah di Pulau Liran, Maluku Barat Daya.

Menurut Emmanuel, dahulu masyarakat Liran hanya bisa mendengar layanan sosial media. Namun kini kita sudah bisa merasakannya secara langsung layanan dari Telkomsel dengan harga yang terjangkau serta kualitas yang prima. Bahkan jaringan Telkomsel di Pulau Liran jauh lebih baik dibandingkan ibukota kabupaten.

Sedangkan untuk infrastruktur listrik, PLN telah membangun jaringan listrik dengan total biaya lebih dari Rp 12 miliar yang dimulai sejak 2015 lalu. Namun dalam perjalanannya, tidak semua kepala keluarga di Pulau Liran bisa membayar biaya pemasangan listrik ke rumahnya, sehingga masih banyak rumah yang belum teraliri listrik.

Bantuan pemasangan listrik pun akhirnya diberikan gratis untuk 130 Kepala Keluarga (KK), sekolah dan lampu penerangan jalan senilai lebih dari 450 juta rupiah pada awal Agustus lalu. Namun, masih ada sekitar 25 KK lagi di Dusun Uspisera yang belum tersambung jaringan transmisi dari PLTD yang telah dibangun oleh PLN.

“Dulu sebelum ada listrik, saya harus menggunakan tiga pelita, dalam sebulan kami bisa menghabiskan 200 hingga 300 ribu rupiah.namun dengan masuknya listrik kini kami hanya membayar 30-60 ribu saja perbulan,” tutur Moses, salah satu warga Liran di tempat.

Warga lainnya bernama Agus mengaku kini bisa menghemat hingga Rp 3 juta lantaran listrik yang digunakannya lebih hemat.

“Dulu saya pakai mesin genset berbahan bakar solar. Satu malam itu habis 10 liter atau Rp 100.000. Sekarang beli token listrik, cukup Rp 100.000 sebulan. Enggak pusing-pusing lagi lihat mesin genset sudah habis atau belum untuk isi bahan bakar,” ungkapnya.[*]

 

 

Leave a Comment

*