TNI Bertanggungjawab Atas Keselamatan Dan Keamanan Di Wilayah Perbatasan


ksau

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto menjalani fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR RI calon Panglima TNI.

Batasnegeri.com: Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto menjalani fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR RI calon Panglima TNI.

Saat pemaparan visi misi, Hadi mengatakan sebagai negara kepulauan, Indonesia bertanggungjawab atas keselamatan dan keamanan di wilayah laut. Itu termasuk pada laut-laut bebas yang berbatasan dengan wilayah yang menjadi yurisdiksi.

Kata Hadi Tjahjanto, saat ini maraknya perampokan di kawasan perbatasan Indonesia, Malaysia dan Filipina. Sehingga hal itu menjadi tanggungjawab Indonesia khususnya TNI.

“Terlebih lagi dengan kasus yang menimpa WNI pada Maret 2016 oleh kelompok Abu Sayyaf yang berbasis di Pulau Sulu dan Pulau Basilan. Kasus ini tanggungjawab bahkan telah mutlak berada di tangan TNI,” kata Hadi Tjahjanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/12/2017).

Selain itu, kata dia, terdapat bentuk kejahatan lainnya yang sangat merugikan Indonesia yaitu illegal fishing dan berbagai penyelundupan barang, manusia, senjata hingga obat-onat terlarang.

“Kejahatan ini bahkan kerap menjadi bagian dari ancaman lain yang lebih besar dan terorganisir secara internasional,” ujar dia.

Saat pemaparan visi misi, Hadi mengatakan sebagai negara kepulauan, Indonesia bertanggungjawab atas keselamatan dan keamanan di wilayah laut. Itu termasuk pada laut-laut bebas yang berbatasan dengan wilayah yang menjadi yurisdiksi.

Kata Hadi Tjahjanto, saat ini maraknya perampokan di kawasan perbatasan Indonesia, Malaysia dan Filipina. Sehingga hal itu menjadi tanggungjawab Indonesia khususnya TNI.

“Terlebih lagi dengan kasus yang menimpa WNI pada Maret 2016 oleh kelompok Abu Sayyaf yang berbasis di Pulau Sulu dan Pulau Basilan. Kasus ini tanggungjawab bahkan telah mutlak berada di tangan TNI,” kata Hadi Tjahjanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/12/2017).

Selain itu, kata dia, terdapat bentuk kejahatan lainnya yang sangat merugikan Indonesia yaitu illegal fishing dan berbagai penyelundupan barang, manusia, senjata hingga obat-onat terlarang.

“Kejahatan ini bahkan kerap menjadi bagian dari ancaman lain yang lebih besar dan terorganisir secara internasional,” ujar dia.

Tidak Mudah

Berbagai kejahatan itu sangat rumit dengan semakin tingginya kemajuan teknologi, arus imigrasi manusia hingga penyebaran informasi melalui media.

“Berbagai bentuk ancaman yang akan muncul sulit dipetakan berdasarkan wilayah atau konteks geografisnya. Pertumbuhan jaringan yang bersifat multidimensional, hal itu menjadi sangat tidak mungkin untuk dikendalikan,” jelas Hadi.

 

Sumber: liputan6.com

Leave a Comment

*